Jumat, 29 September 2023

Cara Mudah mencegah Penyakit Bulai Jagung

 

Jagung adalah salah satu tanaman penting di Indonesia, digunakan sebagai makanan, pakan ternak, dan bahan dasar dalam industri makanan. Tanaman jagung diminati petani disebabkan Komoditasnya  “ laris manis di Pasaran” alias laku keras, adaptif terhadap berbagai lingkungan budidaya, Budidaya nya mudah tidak memerlukan keterampilan khusus. Tidak kalah penting pula beberapa fakta dilapangan menunjukkan,  hasil keuntungan budidaya Jagung  lebih tinggi dibanding keuntungan dari hasil budidaya padi. Tidak heran tanaman jagung sangat diminati Petani.

Namun, potensi budidaya jagung yang begitu besar, terkendala oleh beberapa factor seperti  serangan hama dan penyakit. Untuk diketahui Tanaman  jagung dapat diserang oleh berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit bulai. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dalam produksi jagung jika tidak diatasi dengan baik.

Apa Itu Penyakit Bulai Pada Jagung

Sebelum kita membahas cara mencegah penyakit bulai, penting untuk memahami apa itu penyakit bulai pada jagung. Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur, seperti Peronosclerospora maydis atau Peronosclerospora philippinensis, yang menginfeksi tanaman jagung. Gejalanya termasuk bercak kuning pada daun, pertumbuhan tanaman yang terhambat, dan produksi tongkol yang buruk. Penyakit bulai dapat menyebar dengan cepat dan merusak tanaman jagung secara keseluruhan jika tidak ditangani dengan benar.

gejala daun jagung yang terkena bulai 3 – Agrokompleks Kita
Gambar Daun Tanaman Jagung yang terserang bulai ( Sumber : Agrokompleks Kita )

Tanaman jagung yang terinfeksi P. maydis biasanya akan menunjukkan gejala berupa perubahan daun jagung yang menjadi kuning pucat dan bergaris sejajar tulang daun. Lebih lanjut daun tersebut akan mengalami nekrotik coklat, sempit, dan kaku. Jika diamati lebih dekat, pada bagian atas dan bawah daun terdapat massa seperti tepung berwarna putih yang merupakan spora dari jamur P. maydis. Jika tidak segera dikendalikan, pertumbuhan tanaman jagung akan terhambat dan mengganggu pembentukan tongkol, bahkan bisa sampai tidak bertongkol sama sekali. Infeksi sistemik pada tanaman muda (berumur 3-4 minggu) biasanya akan menimbulkan kerusakan parah hingga tanaman mati.

Gejala lainnya adalah terbentuknya anakan yang berlebihan dengan daun-daun yang menggulung dan terpuntir. Bunga jantan yang terbentuk juga akan berubah menjadi massa daun yang berlebihan dan daunnya sobek-sobek.

 

 Cara Mudah mencegah Penyakit Bulai Pada Jagung

Walaupun Penyakit Bulai Tergolong Penyakit yang cukup membahayakan namun penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara mudah,  asalkan teknis pengendalian nya tepat. Ada 8 langkah Pengendalian Penyakit Bulai pada tanaman Jagung, Yaitu Sebagai berikut : Pertama, Pemilihan Varietas Tahan Penyakit. Salah satu langkah pertama dalam mencegah penyakit bulai pada jagung adalah memilih varietas yang tahan terhadap penyakit ini. Banyak varietas jagung telah dikembangkan dengan sifat tahan terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit bulai. Ada beberapa produk benih jagung yang secara genetis memiliki karakter tahan penyakit bulai. Sehingga bisa dijadikan pilihan dan andalan para petani jagung. Varietas yang dimaksud antara lain: jagung super hibrida BISI 226, BISI 228, BISI 18, BISI 816 dan BISI 222.

Kedua, Rotasi tanaman. Praktik pertanian yang baik adalah melakukan rotasi tanaman. Hindari menanam jagung secara berurutan di tempat yang sama selama beberapa tahun berturut-turut. Rotasi tanaman membantu mengurangi penyebaran penyakit, termasuk bulai, yang dapat bertahan dalam tanah dan sisa-sisa Tanaman. Ketiga, pertimbangkan tanaman Penutup tanah. Tanaman penutup tanah, seperti kacang-kacangan atau kacang hijau, dapat membantu mengurangi risiko penyakit bulai. Tanaman ini tidak hanya melindungi tanah dari erosi tetapi juga dapat mengganggu siklus hidup jamur penyebab Penyakit.

Gambar Tanaman Jagung Yang sehat dan Tanaman Terserang Bulai

 

Keempat, Praktik sanitasi. Jaga kebersihan area pertanian. Hapus sisa-sisa tanaman jagung yang terinfeksi dan hancurkan dengan benar. Juga, pastikan peralatan pertanian  bersih dan steril agar tidak membawa spora penyakit dari satu area ke area lainnya.  Kelima,  perlakuan benih jagung dengan menggunakan fungisida berbahan aktif Oksatiapiprolin, Dimetomorf, Tiametoksam ( contoh merk komersil  Insurmex, Accrus, Cruiser dan lain - lain )

Keenam. Penggunaan Fungisida. Jika Anda mendeteksi gejala penyakit bulai pada tanaman jagung Anda, segera pertimbangkan penggunaan fungisida yang sesuai. Fungisida yang bisa digunakan berbahan aktif Dimetomorf. Banyak sekali Fungisida berbahan aktif ini di jual dipasaran dengan merk Komersil Akrobat, Suhle dan lain sebagainya. Aplikasi Fungisida ini adalah dengan cara menyemprotkannya pada Tanaman Jagung

Ketujuh, Pemantauan Rutin. Selalu lakukan pemantauan rutin terhadap tanaman jagung . Perhatikan gejala-gejala awal penyakit bulai seperti bercak kuning pada daun atau pertumbuhan yang tidak sehat. Semakin cepat Anda mendeteksi penyakit, semakin mudah Anda dapat mengatasinya.  Kedelapan, Irigasi yang tepat. Jagung yang terlalu sering terkena air atau terendam dapat lebih rentan terhadap penyakit bulai. Pastikan irigasi dilakukan secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan tanaman jagung.

Kesembilan . Pemupukan yang seimbang. Tanaman jagung yang sehat dan kuat lebih tahan terhadap penyakit. Berikan nutrisi yang cukup dengan mengikuti panduan pemupukan yang tepat. artinya Pemupukan dilakukan sesuai anjuran dan rekomendasi yang tepat dalam artian Tepat Dosis, Tepat jenis, Tepat waktu dan tepat cara.

Nah! cukup mudah bukan mengendalikan penyakit bulai pada tanaman jagung?. Dengan mengikuti sembilan langkah diatas, Anda dapat menjaga jagung  anda dari "teror" penyakit Bulai . Penting untuk diingat bahwa praktik pertanian yang baik dan perhatian terhadap kondisi pertanian  adalah kunci dalam mencegah penyakit ini. Dengan perawatan yang tepat,  menerapkan sistim pengendalian hama terpadu, Anda dapat menjaga tanaman jagung tetap sehat dan produktif.

 

 

Jumat, 08 September 2023

7 ( Tujuh Kiat ) Terhindar Dari Penyakit Blast Padi Sawah Dan Meningkatkan Hasil Panen

 

Padi sawah adalah sumber makanan utama bagi sebagian besar penduduk di Indonesia. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tanaman padi sangat penting untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Pangan Masyarakat . Salah satu ancaman terbesar terhadap produksi padi adalah penyakit. Banyak kasus dilapangan menunjukkan bahwa serangan hama penyakit menyebabkan turunnya produksi, rendahnya kualitas gabah yang dihasikan hingga gagal panen.

Salah satu Penyakit yang sering dijumpai adalah Blast. Di Sumatera Barat  Blast memiliki nama tersendiri, seperti Dianalogikan  dengan nama patah kuduak atau patah tongkuak. Untuk diketahui  Penyakit blas adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Ciri penyakit ini dapat dilihat dari gejala khasnya, blas daun berbentuk belah ketupat,". Penyakit ini dapat merusak tanaman padi dengan cepat dan mengakibatkan gagal panen yang merugikan petani. Namun, dengan beberapa kiat bijak, petani dapat mencegah dan mengatasi penyakit blast ini. 

9 Teknis Pengendalian PENYAKIT BLAS Tanaman Padi (Penyakit Potong Leher) -  Berita pertanian mitalom
Gejala Blas Pada daun padi Fase vegetatif ( sumber gambar : Mitalom )

Pengendalian Penyakit blast ini penting mengingat Jamur Pycularia orizae dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetative tanaman padi Pycularia menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa  bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blast daun. Pada fase pertumbuhan generative tanaman padi, gejala penyakit blast berkembang pada tangkai/leher malai  disebut blast leher. Penyakit blast leher ini dapat menurunkan hasil secara nyata karena menyebabkan leher malai mengalami busuk  atau patah sehingga prose pengisian malai terganggu dan banyak terbentuk butir padi hampa.

Ciri Serangan dan Pecegahan Penyakit Blast Daun Pada Tanaman Padi
Gejala Blast Pada Padi Fase generatif ( sumber Gambar : Agroniaga )

 Terkait dengan hal diatas, Ada  7 ( Tujuh ) kiat agar terhindar dari penyakit blast padi sawah dan meningkatkan hasil panen  padi Petani, Yaitu : pertama Pilih Varietas tahan Blast. Langkah pertama dalam melindungi tanaman padi Anda dari penyakit blast adalah memilih varietas yang tahan terhadap penyakit ini. Konsultasikan dengan pusat penelitian pertanian setempat atau pertanian terdekat untuk mendapatkan rekomendasi varietas padi yang cocok dengan kondisi lingkungan di  sawah. Ada beberapa varietas padi yang tahan blast seperti Inpari 48, Ciherang Sub 1, Inpara 3,4 dan 8, Batang piaman, benang Pulau dan lain- lain.

Kedua, Terapkan Sistim tanam Jarak dan Rotasi Tanaman. Menerapkan sistem tanam dengan jarak yang cukup antara tanaman padi adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi penyebaran penyakit blast. Selain itu, praktik rotasi tanaman dengan tanaman yang berbeda di musim tanam berikutnya dapat membantu menghambat perkembangan penyakit. Ketiga, Pupuk dan Irigasi yang seimbang. Memberikan nutrisi yang cukup dan irigasi yang tepat pada tanaman padi akan membuatnya lebih tahan terhadap serangan penyakit. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi pemupukan dan irigasi yang diberikan oleh ahli Pertanian. Pada bagian ini penting untuk diperhatikan  Pemberian bahan organic seperti Jerami sisa panen pada sawah harus dikomposkan terlebih dahulu, tujuannya pengomposan dapat menyebabkan misella dan spora jamur mati karena naiknya suhu selama proses dekomposisi. Kemudian yang tidak kalah penting adalah hindarkan penggunaan pupuk Nitrogren seperti urea dan ZA diatas ambang anjuran.

Keempat, pengelolaan sisa tanaman dengan baik. Setelah panen selesai, pastikan untuk mengelola sisa-sisa tanaman padi dengan baik. Hancurkan atau singkirkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi penyakit untuk mencegah penyebaran infeksi ke musim tanam berikutnya. Dalam konteks ini  juga termasuk sanitasi lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan sawah dari gulma yang mungkin menjadi inang alternatif dan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi merupakan usaha yang sangat dianjurkan  mengingat pathogen dapat bertahan pada inang alternatif dan sisa makanan.

Kelima, gunakan Fungisida secara Bijak. Fungisida adalah alat penting dalam mengendalikan penyakit blast. Namun, gunakan fungisida secara bijak sesuai dengan petunjuk produsen dan hindari penyalahgunaan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan resistensi penyakit. Fungisida yang bisa digunakan untuk pengendalian penyakit blast adalah  Fungisida yang berbahan aktif Propikonazol 125 g/l, Trisiklazol 400 g/l, Isoprothiolane 400 g/l. Penyemprotan dilakukan dengan teknis,  sawah dikeringkan selama 7 hari, pada hari ke dua pengeringan semprotkan fungisida dengan selang waktu penyemprotan 7 hari sekali dan frekuensi  3 kali. Lebih spesifik Penyemprotan fungisida sistemik  juga bisa dilakukan  2 kali  yaitu pada saat stadia tanaman anakan maksimum dan awal berbunga untuk mencegah penyakit blas daun dan blas leher terutama di daerah endemik.

Petani Kediri Keluhkan Serangan Bakteri pada Tanaman Padi
Penyemprotan Fungisida salah satu teknis pengendalian penyakit blast ( Sumber Gambar :beritajatim.com)

Keenam. Pantau tanaman Secara Rutin. Lakukan pemantauan tanaman secara rutin untuk mendeteksi gejala penyakit blast sejak dini. Jika Anda melihat gejala seperti bercak-bercak pada daun dan batang tanaman, segera ambil tindakan dengan mengisolasi dan mengobati tanaman yang terinfeksi. Ketujuh, Edukasi dan kolaborasi. Tingkatkan pengetahuan Anda tentang penyakit blast dan berkolaborasi dengan petani lain serta petugas  pertanian. Diskusi dan pengetahuan bersama dapat membantu mengidentifikasi solusi yang lebih baik dan lebih efisien dalam mengatasi penyakit ini.

Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, petani  dapat meningkatkan peluang untuk terhindar dari penyakit blast padi sawah dan melindungi hasil panennya. Ingatlah bahwa tindakan pencegahan yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam produktivitas sawah  petani. Sebagai petani bijak, Anda memiliki peran kunci dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup untuk Masyarakat banyak.

 

 

"Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung Hingga 9 Siklus/Tahun"

  Ayam Kampung Petelur ( Sumber : Bener Kab Cilacap ) Produksi telur ayam kampung dapat mencapai sekitar 50-60 butir per ekor per tahun dala...