Jumat, 25 Agustus 2023

Combine Harvester : Antara Efisiensi dan Kekurangan

Alat panen padi modern yang lebih dikenal dengan combine harvester benar-benar mampu mengoptimalkan panen dan pasca  panen padi. Petani tidak perlu lagi repot-repot memanen padi secara manual menggunakan arit atau sabit. Petani juga idak perlu lagi melaksanakan  proses panen dan pasca panen semisal merontok, membumbo atau mengipas dengan menggunakan alat sederhana yang membutuhkan waktu lama. Dengan combine harvesters, semua proses  itu bisa dihilangkan. Memanen menggunakan combine, petani bisa langsung memanen padi hingga langsung dimasukkan ke dalam karung. Petani dapat langsung mengangkut gabah pulang ke rumah atau langsung menjualnya pada pedagang.

Alat Panen Padi : Combine Harvester


Upah memanen padi menggunakan combine pun tergolong terjangkau, yaitu Rp. 550,- per kg gabah. Sementara, panen menggunakan tenaga manusia, dalam hal ini buruh tani ,  biaya per kg gabah yaitu Rp 750,- per kg. Belum lagi  waktu  yang digunakan. Mmulai dari proses penyabitan gabah hingga perontokan dan pengipasan serta pengarungan, jauh lebih lama dibandingkan jika menggunakan combine harvester. Dengan kata lain, pemakaian combaine harvester lebih efisien dari segi biaya dan waktu.

Jika ditinjau lebih jauh, satu unit combine harvester  dalam keadaan normal mampu  memanen padi di sawah seluas  tiga Ha per hari. Pendapatan  bersih setelah dikeluarkan biaya operasional  untuk combine Rp1 juta dan pengelola Rp500 ribu. Sedangkan biaya operasional untuk BBM dan operator berkisar Rp 3 juta per hari.

Sebaliknya, perlu diingat pemanfaatan combine juga memiliki kekurangan, yaitu hilangnya mata pencaharian buruh tani di lokasi  dimana combine beraksi. Untuk diketahui dalam hal menyabit padi di sawah seluas satu ha diperlukan tenaga kerja manusia sebanyak delapan orang per hari atau sampai selesai.

Combine Harvester sedang memanen padi

Belum lagi tenaga untuk merontok, membumbo dan mengarungi gabah  yang  jumlahnya cukup fantastis berkurang dengan pengoperasian combine ini. Kemudian pemanfaatan combine akan efektif pada sawah dengan petakan luas. Ssedangkan untuk  sawah dengan petakan sempit, combine kurang efektif. Di sisi lain, nilai minus semakin terlihat ketika combine beroperasi. Banyak butir padi hampa atau setengan berisi terlempar keluar sewaktu combine beroperasi. Akibatnya, beberapa saat setelah panen, butir padi yang tidak sempurna bulirnya  dan terlempar keluar tadi akan tumbuh di sawah. 

Ini kerugian bagi petani karena diperlukan cost untuk menyiangi padi yang tumbuh ( sebagai gulma ) tersebut sebelum periode tanam berikutnya dimulai.Walaupun demikian kemajuan tenologi itu harus, apalagi sistem pertanian saat ini fokus utamanya adalah meningkatkan produksi plus bonus efisiensi waktu, biaya serta tenaga. Combine Harvester  ini salah satu solusinya. Pro kontra pemanfaatan combine pasti terjadi di masyarakat. Namun  mengingat manfaat yang diperoleh lebih besar dibanding kerugiannya, maka sudah selayaknya combine didukung pengoperasiannya di areal persawahan. Hal ini dalam rangka proses panen dan pasca panen padi yang bermuara pada meningkatnya pendapatan petani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Tips Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung Hingga 9 Siklus/Tahun"

  Ayam Kampung Petelur ( Sumber : Bener Kab Cilacap ) Produksi telur ayam kampung dapat mencapai sekitar 50-60 butir per ekor per tahun dala...